• MI. MA'ARIF NU HIDAYATUL MUBTADIIN
  • MADRASAH SAKTI

Sejarah Singkat Pendirian Madrasah

  1. Latar Belakang

Lembaga Pendidikan madrasah merupakan perpaduan antara pendidikan formal atau sekolah dan pendidikan pesantren, dalam perjalanannya MI. Ma’arif NU Hidayatul Mubtadiin memliki sejarah yang sangat unik dan menarik dibanding madrasah lain.

Pada mulanya sebelum peristiwa G30S/PKI sebagian warga masyarakat padangasri menyekolahkan anak anaknya ke sekolah inpres ( Sekolah Rakyat) yang ada di desa sekitar yaitu di desa mojogeneng dan desa dinoyo karena di Padangasri belum ada sekolah atau Madrasah, tapi di Mojogeneng sudah ada embrio pesantren yang didirikan oleh KH. Moh Yahdi Mathlab mulai tahun yang sudah mempunyai Madrasah Ibtidaiyah sehingga ada sebagian anak anak desa Padangasri yang juga sekolah di MI. Salafiyah Mojogeneng.

  1. Sejarah singkat

Seiring dengan berkembangnya pendidikan pesantren Bidayatul Hidayah Mojogeneng yang di asuh oleh beliau KH. Moh Yahdi Mathlab, Pada tahun 1966 beliau KH. Moh.Yahdi Mathlab tidak menerima murid yang berasal dari desa Padangasri dengan menyarankan kepada kyai mufid yang waktu itu menjadi salah satu santri beliau untuk mendidirikan Madrasah sendiri, akhirnya beliau koordinasi dengan orang tuanya (Kyai Maghfuro dan Nyai Muttakinah) karena sudah berdiri sebuah langgar atau Musholla di depan rumah orang tuanya, untuk melengkapi musholla sudah sangat tepat kalau disekitarnya ada lembaga pendidikan, Kyai Mufid meminta tambahan sebagian kebunnya di jariyahkan dan didirikan madrasah karena saran dari KH. Moh Yahdi Mathlab dan akhirnya dengan niat yang ikhlas mengikuti dawuh gurunya keinginan itu dikabulkan orang tuanya, akhirnya Kyai Mufid muda berkordinasi dengan ketua ranting NU yang pada waktu itu di pegang oleh beliau KH. Sholeh Chifni seorang ulama’ muda santri dari beliau KH. Romli Tamim Rejoso Peterongan Jombang yang kebetulan menjadi suami dari keluarga dekatnya, beliau Kyai Mufid juga kordinasi dengan pemerintah desa yang pada waktu Kepala Desa nya adalah Bapak Dasuki dan beberapa tokoh masyarakat lain untuk mewujudkan cita cita mendirikan madrasah di desa Padangasri.

Dengan niat yang ikhlas untuk mencapai ridlo Allah SWT dan melaksanakan dawuh dari sang guru, beliau Kyai Mufid dengan semangat mudanya menggerakkan seluruh komponen lapisan masyarakat dari segala macam latar belakang profesi dan pendidikan untuk bersatu padu, bergotong royong memulai mendirikan madrasah dengan gerakan jariyah membuat batu bata di lokasi tanah yang ada, dan semangat itu disambut masyarakat dengan lapang dada bersatu padu mendirikan madrasah dengan jariyah sesuai potensi masing masing, ada yang menyumbang tenaga dengan  mencetak batu merah, ada yang menyumbang kayu untuk bahan bakar batu merah, ada kayu untuk bahan bangunan bahkan pasir dan batu di ambil secara gotong royong warga di sungai secara bersama sama sampai akhirnya terwujudlah sebuah bangunan madrasah yang pada waktu hanya tiga ruang yang satu  difungsikan sebagai kantor dang yang dua sebagai ruang kelas, sebagai embrio madrasah yang pada waktu itu hanya sebagai madrasah diniyah yang hanya mengajarkan baca tulis Al qur an dan pelajaran agama.

  1. Madrasah dari masa ke masa

Pada tahun 1966 sudah berdirilah embrio madrasah diniyah yang hanya mengajarkan pelajaran agama, seiring dengan berjalannya waktu dan semakin banyak peminat orang tua untuk menitipkan anak anaknya ke madrasah ini, atas bimbingan beliau KH. Moh Yahdi Mathlab yang terus mengawal dan memantau perjalanan madrasah maka beliau menyarankan untuk mendaftarkan madrasah ini  ke pemerintah untuk  menjadi lembaga formal.

 Pada Tahun 1969 madrasah diniyah itu mulailah dirintis menjadi madrasah formal dan atas restu beliau sang guru KH. Moh Yahdi Mathlab penambahan ruang kelas untuk belajar terus dilakukan secara bertahap untuk memenuhi kebutuhan menjadi sebuah lembaga formal dan sang guru memberi nama madrasah ini dengan nama Hidayatul Mubtadiin menjiplak sebuah nama pesantren besar di daerah Lirboyo Kediri dengan harapan kelak lembaga ini menjadi lembaga yang berkembang sesuai dengan berkembangnya pesantren lirboyo.

Dalam rangka memenuhi persyaratan sebagai madrasah formal maka perlu mengangkat seorang kepala madrasah dan waktu itu disepakati mengangkat seorang pemuda yang potensial dan mempunyai ghiroh pendidikan yang tinggi yaitu bapak Faqih sebagai kepala madrasah pertama untuk melaksanakan tugas memimpin madrasah ini dengan dibantu beberapa guru di antaranya bapak Asmuni bapak Bahri bapak Dimyathi dan istri bapak Faqih sendiri yaitu ibu Mushoikhah sampai tahun 1971.

Pada tahun 1971 kepala madrasah di percayakan kepada Bapak Wiro’i adik kandung dari kyai Mufid karena bapak Faqih sebagai kepala madrasah harus berpindah alamat ke daerah kepung kediri, sejak tahun 1971 inilah madrasah ini semakin menunjukkan prestasinya tidak hanya prestasi akademis tapi juga prestasi olahraga yang dibuktikan dengan berbagai macam piagam penghargaan yang sampai saat ini masih terpampang di kantor madrasah, seperti juara 2 kasti tingkat kecamatan jatirejo pada tahun 1971, juara 1 bulu tangkis tingkat kecamatan tahun 1976 dll. meski pada waktu madrasah ini masih harus bergabung ke lembaga lain dalam pelaksanaan ujian akhir.

Pada Tahun 1978 madrasah ini sudah dapat melaksanakan ujian akhir sendiri seiring dengan terbitnya piagam dari Kepala Kantor Wilayah Departemen Agama Jawa Timur Nomor : L.m /3/1670/ A../1978 ter tanggal 20 maret 1978 yang di tanda tangani Kepala Bidang Pendidikan agama Islam pada waktu itu yaitu Bapak Romadlon Muthoyib BA. NIP 150013386.

Sejak tahun 1978 itulah madrasah ini bisa berjalan melaksanakan fungsi dan perannya menjadi lembaga yang selalu ikhtiyar menjadi lembaga yang selalu berpegang teguh pada prinsip “menjaga budaya lama yang baik dan mengadopsi budaya baru yang lebih baik” untuk selalu berikhtiyar menjadi madrasah yang diminati masyarakat dengan nama MI. Ma’arif NU Hidayatul Mubtadiin yang beralamat di jalan masjid An-Nawawi RT. 007 RW. 003 Desa Padangasri Kecamatan Jatirejo Kabupaten Mojokerto

Komentari Tulisan Ini
Halaman Lainnya
Kitab Mata Pelajaran Salaf

Nama-Nama Kitab sebagai Mata Pelajaran Salaf Di MI. Ma'arif NU Hidayatul Mubtadiin Klik nama kitab di bawa ini untuk mendapatkan pdf nya Tahaji Aksara Pegon Roksun Sirah Aqidatul Awam

17/01/2022 11:33 - Oleh Administrator - Dilihat 1117 kali
Buku Pelajaran Umum

Buku Tematik K-13          

15/01/2022 17:49 - Oleh Administrator - Dilihat 940 kali
BUKU MADRASAH

AL-QUR'AN HADITS MADRASAH IBTIDAIYAH Pembelajaran Al-Qur’an Hadits di MI memiliki 3 tujuan penting, yaitu : Pengetahuan (knowing), dimana anak mengetahui setiap materi yang berka

14/01/2022 23:12 - Oleh Administrator - Dilihat 1410 kali
Profil Sekolah

PROFIL MADRASAH   I. PENYELENGGARA a. Nama Lembaga/Yayasan : BPPPMNU MI. Ma’arif NU Hidayatul Mubtadiin b. Alamat Sekretariat : Jl. Mas

07/05/2020 05:09 - Oleh Administrator - Dilihat 1347 kali
Visi, Misi dan Tujuan

VISI, MISI, DAN TUJUAN Visi Madrasah MA’ARIF NU HIDAYATUL MUBTADIIN Padangasri Mojokerto akan dikembangkan atas dasar visi sebagai berikut : “ SALAFY, AKTIF, KREATIF, TAQWA

07/05/2020 05:09 - Oleh Administrator - Dilihat 951 kali